Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Saturday, November 4, 2017

Sempat Tumbang, WhatsApp Tetap Dicinta


Agen Betting OnlineJakarta - Di tengah upaya melakukan upgrade dengan sejumlah fitur anyar, WhatsApp mengalami kejadian tak mengenakkan dengan tumbangnya layanan mereka pada Jumat (3/11) kemarin. Meski demikian, cukup banyak pengguna yang memakluminya. 

salah satu pengguna yang di jumpai media mengaku tak keberatan WhatsApp down sesekali. Pasalnya, WhatsApp sudah berbaik hati memberikan layanan gratis. 

"Terima kasih whatsapp atas pelayanan yang tetap gratis dan luar biasa, sekali-kali error masih bisa di maklumi kok," ujarnya. 

"Wajar aja.. per harinya tidak kurang dari 40 miliar pesan yang mereka urus. Dengan jumlah pengguna yang banyak, hal seperti itu kadang bisa terjadi. Di Indonesia aja, operatornya sering down bahkan susah sinyal," sebut pengguna lain lewat akun @everinsisando. 

Martin Winata lewat akun @martin_win62 mengatakan tak masalah WhatsApp down hanya beberapa jam. "Gw tetap cinta WhatsApp, kita pakai jg gratis," sebutnya. 

Senada dengan yang lain, akun @tarihoranbonar juga merasa bahwa WhatsApp sudah cukup memberikan manfaat bagi penggunanya. Sehingga dengan tumbang sesaat-nya layanan ini, sangat dimaklumi olehnya. 

"Aplikasi ini dibutuhkan penduduk dunia saat ini. Era informasi yang berhasil dibangun mereka, melahirkan orang-orang paling kaya di dunia dalam jangka waktu relatif singkat. Kita pun membutuhkan dan menikmati ciptaan mereka, suka atau tidak,"ujarnya. 

Kondisi ini tentu menguntungkan bagi WhatsApp. Di luar itu, para pengguna yang begitu setia dan tetap mencintainya ini menjadi pengingat WhatsApp untuk berupaya keras membuat layanannya selalu prima.

Bukan kali ini saja layanan kepunyaan Facebook itu mengalami gangguan. Pada Mei lalu, WhatsApp sempat down dalam waktu lebih lama dari yang terjadi Jumat (3/11) kemarin.

Dengan pengguna saat ini sudah tembus 1,2 miliar, WhatsApp memang diandalkan untuk berbagai urusan. Tak heran kehebohan sempat terjadi ketika WhatsApp ngadat walaupun cuma sebentar. 

Selama sekitar satu jam, WhatsApp tidak bisa dipakai untuk mengirim ataupun menerima pesan dan membuat para penggunanya bertanya-tanya. Gangguan terjadi di Inggris, Pakistan, Jerman, Brasil, Rusia, Vietnam, Myanmar sampai Indonesia.

WhatsApp membenarkan kejadian tersebut dan meminta maaf. Walaupun sayangnya, mereka tidak menjelaskan secara detail tentang apa penyebabnya. 

"Hari ini (3/11), pengguna WhatsApp secara global memiliki masalah dalam mengakses aplikasi selama sekitar 1 jam. Isu ini sudah diperbaiki dan kami minta maaf atas ketidaknyamannya," demikian penjelasan singkat dari juru bicara WhatsApp.




Read more

Sunday, October 29, 2017

Baru Rilis, Gim Super Mario Odyssey Dapat Skor Review Sempurna

Baru Rilis, Gim Super Mario Odyssey Dapat Skor Review Sempurna

Agen Domino QQJakarta - Gim terbaru dan paling dinanti oleh pemilik konsol Nintendo Switch, Super Mario Odyssey, baru saja dirilis. Tak lagi sebatas jadi tukang ledeng, Mario kembali dalam gim terbarunya.

Seperti biasa, di dalam gim anyarnya ini Mario harus kembali menyelamatkan Princess Peach dan Tiara dari Browser yang bersikeras menikahinya.

Kali ini, Mario akan memiliki kemampuan baru untuk mengubah dirinya menjadi berbagai karakter, mulai dari dokter hingga tyrannosaurus rex berkat topi ajaibnya yang bernama Cappy.

Menghadirkan gameplay yang menghibur dan bikin ketagihan, Super Mario Odyssey telah membuat kagum reviewer di seluruh dunia.

Dikutip dari laman Iquisitr, Minggu (29/10/2017), Super Mario Odyssey menghadirkan gameplay yang belum pernah diperkenalkan oleh perusahaan gim berbasis di Kyoto, Jepang ini.

Seperti The Legend of Zelda: Breath of the Wild, gim terbaru Nintendo tersebut mendapatkan skor yang sempurna dari berbagai reviewer gim.

Tak seperti gim-gim Mario lawas, Super Mario Odyssey memberikan kebebasan gamer untuk mengeksplorasi dunia gim yang lebih luas. So, kamu sudah siap menjelajah bersama dengan Mario dan Cappy?


Read more

Saturday, October 21, 2017

HEADLINE: Modus Pembajak Email Kuras Miliaran Rupiah di Indonesia

Rekaman CCTV bank saat pelaku menarik uang hasil kejahatan
Jakarta - Syaifuddin Sayuti kaget bukan kepalang saat menerima pesan singkat beruntun dari rekan-rekannya. Semuanya menanyakan soal pinjaman yang dimintanya. Salah satunya bahkan mengaku telah mengirimkan Rp 500 ribu ke sebuah rekening. 

"Saya panik, bingung, lemas seketika," kata Syaifuddin, menceritakan kejadian dua tahun lalu, kepada Liputan6.com. Pengajar di Kalbis Institute itu tak merasa pernah mengemis bantuan.

Menurut rekan-rekannya, permintaan pinjaman disampaikan lewat Facebook miliknya. Syaifuddin makin bingung. Ia tidak pernah melakukannya.

Setelah diingat-ingat, pria itu mengaku menemukan kejanggalan pada Selasa malam, 2 Februari 2015. Kala itu, akun Facebook dan Gmail miliknya tak bisa diakses. Hal tersebut terjadi sesaat setelah ia membuka tautan sebuah situs.

Ia ingat, ketika membuka link tersebut, ada perintah untuk memasukan nama pengguna Facebook, lengkap dengan kata sandi.

"Saya dapat link itu dari teman. Saya buka karena saya pikir ada informasi penting, jadi saya ikuti saja perintah dalam website itu," tutur Syaifuddin.

Belakangan, pria yang tinggal di Jakarta itu sadar, ia jadi korban pembajakan email (email hijacking). Pelaku, yang memegang penuh kendali email dan akun Facebook miliknya, kemudian menyalahgunakannya untuk meminta rekan-rekannya mengirim uang ke sebuah rekening.

"Akhirnya saya minta tolong untuk diumumkan bahwa akun Facebook saya dibajak orang," ucap laki-laki yang aktif di media sosial itu.

Ia juga membuka ruang diskusi di blog terkait musibah yang baru saja ia alami. Ternyata banyak orang yang mengalami kejadian serupa. "Jadi polanya circle, memang menyasar teman-teman terdekat," kata Syaifuddin.

Jangan salah kira, bukan hanya para pemilik akun pribadi yang jadi target. Kerugian akibat pembajakan email ternyata bisa terjadi dalam skala besar, melibatkan jaringan internasional, dan menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Kepada Media, pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Subdit Cyber Crime, Polri membeberkan sebuah kasus besar yang menggunakan modus pembajakan email di Indonesia. Perkara ini tidak pernah terekspose secara luas di media massa.



Iptu Ericson Siregar, penyelidik yang ikut menguak kasus tersebut, menyebut nama sebuah perusahaan yang rugi besar akibat pembajakan email. Sebut saja dengan inisial PT IFA.

Menurut, Iptu Ericson, PT IFA melakukan transaksi bisnis dengan sebuah perusahaan asal China yang berkedudukan di Irak, pada 30 September 2015.

Nilai transaksinya mencapai US$ 202.539,05 atau berdasarkan kurs saat itu nilainya mencapai Rp 2,9 miliar.

PT IFA menagih uang pembelian silikon mangan tersebut ke sebuah perusahaan perantara di Hong Kong. Tagihan dikirim lewat email. Komunikasi pun terjalin.

Namun, pada pukul 15.00 WIB, PT IFA menerima dua surat elektronik, atas nama perusahaan perantara, yang menginformasikan bahwa uang telah ditransfer ke nomor rekening yang diminta.

Anehnya, alamat email keduanya berbeda, nomor rekening yang tercantum pun berbeda. Satu milik PT IFA, lainnya atas nama PT Bangun Empati Sukses Terjadi.

Saat saldo rekening dicek, tak ada penambahan uang sesuai nominal yang telah disepakati. Kisruh pun terjadi, spekulasi bermunculan. "Akhirnya timbul ketegangan di antara dua perusahaan yang sebelumnya saling percaya," kata Iptu Ericson Siregar. Pihak PT IFA kemudian melapor ke polisi.
1 dari 2 halaman

Otak Asal Nigeria, Kaki Tangan di Indonesia

Sebulan melakukan penyelidikan, para penyelidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Subdit Cyber Crime, Polri, akhirnya menemukan titik terang.

Dugaan kuat mengarah ke tiga orang pelaku: Caroline NV Siregar, Jessica Angel, dan Johan Susanto. 

Tim dari Subdit Cyber Crime pun membekuk para tersangka. "Mereka kami tangkap sekitar Desember 2015," ungkap Iptu Ericson Siregar.

Polisi mendapatkan bukti CCTV dari kantor pusat salah satu bank swasta di Jakarta. Dalam rekaman terlihat, pada 1 Oktober 2015, sekitar pukul 16.00, dua tersangka menarik uang  sebesar Rp 2,9 miliar. Tunai!

Para pelaku sudah dijatuhi vonis. Penelusuran Media, salah satu pelaku, Caroline NV Siregar, telah divonis kasasi oleh Mahkamah Agung pada 8 Maret 2017. Ia dipidana selama 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Meski pelaku telah divonis, Iptu Eric Siregar mengaku ada yang belum tuntas.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ketiganya ternyata hanya suruhan alias kroco. Sementara otak kejahatan sesungguhnya masih kelayapan. Mereka adalah sindikat pembajakan email dari Nigeria. "Hingga saat ini jaringan sesungguhnya belum terungkap," kata dia.

Merunut akar persoalan yang menyebabkan Rp 2,9 miliar raib, polisi menemukan email yang mirip dengan alamat surat elektronik kepunyaan PT IFA dan perusahaan perantara--dengan sejumlah modifikasi yang bisa mengecoh mata orang.

Saat dilacak, ternyata IP address dua email, yang belakangan terbukti fiktif, berasal dari Nigeria.
Temuan itu menguatkan dugaan polisi, kasus yang sedang mereka tangani merupakan ulah sindikat internasional, khususnya dari Nigeria.

"Biasanya jaringan email hijacking paling atas itu Nigeria," ungkap Iptu Ericson Siregar kepada Media.

Menurut Ericson, pelaku telah melakukan apa yang disebut dengan "rekayasa sosial". Pertama, pelaku meretas email target untuk mengetahui semua aktivitas pemiliknya.

Dalam kasus ini, pelaku meretas milik PT IFA dan mengamati aktivitas di dalam email tersebut untuk menemukan celah yang tepat untuk menjalankan aksinya.

Momentum didapat pada 30 September 2015, di tengah transaksi yang dilakukan lewat dunia maya. Caranya, dengan menarik email tagihan yang dikirim PT IFA ke perusahaan perantara, lalu menggantikan dengan email baru yang isinya telah diubah.

Dengan email palsu, pelaku mengubah nomor rekening tujuan transfer yang asli dengan rekening lain. Akibatnya, uang yang seharusnya ditransfer ke rekening IFA dibelokkan ke kantong sindikat.

Selanjutnya giliran para "kroco" di Indonesia yang mengambil alih permainan. Ketiganya yang mengendalikan PT Bangun Empati Sukses Terjadi.

Mereka sengaja membeli perusahaan itu sebelumnya untuk menampung uang gelap dari pelaku.
"Jadi PT ini digunakan oleh si pelaku untuk menjadi wadah dia mengirimkan dana, cuma itu saja," ungkap Eric.

Aksi mereka terekam di CCTV. Uang tunai yang diambil dari bank dimasukkan dalam tujuh kantong kain, yang dibawa pergi dengan taksi yang sudah menanti di luar.

Setelah mengosongkan rekening, duit haram itu lalu dikirim ke otak sindikat menggunakan jasa layanan pengiriman. "Jadi uang itu dikirim ke Nigeria menggunakan MoneyGram," tambah Eric.

Saat diperiksa, ketiga pelaku mengaku jadi kaki tangan sindikat asal Nigeria, dengan bayaran Rp 25 juta.

Ada alasan penting mengapa kasus yang sudah lama itu diangkat kembali. Sebab, faktanya, kejahatan dengan modus pembajakan email masih marak, baik yang menyasar pribadi maupun perusahaan besar.

"Kemarin waktu saya piket saja, masuk tiga laporan kasus email hijacking," ungkap Iptu Ericson Siregar kepada Media, Jumat, 13 Oktober 2017.



Menurut Eric, hal tersebut lantaran lemahnya kesadaran publik terhadap keamanan aset digital yang dimiliki. Temuan polisi mengungkap, hampir semua korbannya masih menggunakan domain email publik.

Padahal, tak jarang, aktivitas dalam email tersebut menyangkut transaksi uang dalam jumlah besar.

Di sisi lain, menangkap otak pelaku pembajakan email bukan perkara gampang. Keberadaan mereka sulit dilacak. Mereka merekrut orang lapangan untuk menjalankan aksinya. "Tantangan terberat, mengungkap pelaku utama karena mereka pintar sekali menggunakan proxy," ungkap Ericson.

Sementara, konsultan keamanan siber, Alfons Tanujaya mengatakan, masih banyak pegawai di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang lalai terhadap keamanan penggunaan email.

Hal tersebut disebabkan kurang pemahaman tentang teknologi informasi atau tidak teliti, sehingga pelaku mudah melakukan aksinya.

"Biasanya banyak yang gaptek, jadi bisa dikelabui dengan rekayasa sosial," ujar konsultan keamanan siber, Alfons Tanujaya, kepada Media. Di sisi lain, modus pelaku pembajakan email juga kian canggih. Salah satu yang tren saat ini, menggunakan web phising.



Web phising merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan alamat email dan kata sandi target. Caranya, dengan membuat situs palsu yang mirip dengan tampilan website tertentu.

Target akan masuk dalam jebakan ketika mengira situs tersebut merupakan website asli, lalu memasukkan nama pengguna serta kata sandi yang ia miliki. Padahal, saat memasukkan nama pengguna dan kata sandi, datanya direkam oleh pelaku. Sehingga pelaku dapat leluasa mengakses email target.

Untuk menguasai modus kriminal itu ternyata tidak membutuhkan waktu lama dan kemampuan teknologi informasi yang tinggi.

"Rasanya orang yang berkecimpung di dunia internet selama tiga bulan saja juga pasti bisa," kata dia.

Read more

Thursday, October 19, 2017

Parah! Malware untuk Jebol ATM Dijual Bebas

ILLUSTRASI
Agen Poker OnlineJakarta - Automated Teller Machine (ATM) seringkali jadi korban kejahatan cyber, dan serangan terhadap ATM mungkin bisa lebih sering terjadi karena malware-nya diperjualbelikan secara 'bebas'.

Menurut Kaspersky Labs, malware untuk menyerang ATM yang bernama Cutlet Maker tersebut dijual seharga USD 5.000. Siapa saja memang bisa membeli malware tersebut, dengan syarat mereka harus bisa mengakses forum di darknet, atau sering juga disebut sebagai Deep Web. 

Deep Web kasat mata bagi pengguna biasa, karena halaman dan elemen di dalamnya tidak mudah dijangkau menggunakan perambah biasa. Deep Web seringkali diasosiasikan sebagai TOR, Freenet, maupun jaringan-jaringan lain yang mendukung anonimitas.

Cutlet Maker ini berguna untuk menyerang ATM dan memaksanya untuk mengeluarkan semua uang di dalamnya, demikian dikutip Media, Kamis (19/10/2017).

Dalam postingan forum yang menjual malware tersebut disebut Cutlet Maker bisa 'merampok' ATM tanpa perlu mengakali pengguna ATM ataupun data mereka. Si penjual pun melengkapi deskripsinya dengan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan kejahatan itu, seperti petunjuk penggunaan, tips dan trik, dan lainnya.

Namun untuk bisa menggunakan Cutlet Maker, si penggunanya harus bisa mengakses port USB yang ada di ATM, yaitu untuk memasukkan flash disk yang sudah terpasang malware ini. Setelah dicolokkan ke port USB, malware ini akan mulai bekerja.

Di dalamnya ada generator password bernama codecalc yang akan menjebol sistem, dan membohongi sistem seolah-olah ada transaksi. Setelah itu barulah ATM akan mengeluarkan uang.

Dijelaskan Kaspersky Labs dalam postingan blognya, kemungkinan pembuat malware ini berasal dari Rusia. Asumsi ini muncul dari nama malware yang dipakai, di mana cutlet di Rusia seringkali diasosiasikan sebagai 'segepok uang'. - Agen Capsa Online
Read more

Friday, July 28, 2017

Awas, Hacker Bisa Tipu Orang Lain Pakai Nomor Telepon Kamu

Illustrasi
Agen Poker Online, Jakarta - Siapa pun tahu, hacker punya segudang cara culas untuk mengambil keuntungan dari orang lain dengan kemampuannya di bidang teknologi. Baru-baru ini, hacker bisa menggunakan nomor kontak kamu untuk menipu orang lain.

Laporan CNET  Sabtu (29/7/2017) menyebutkan, ada sebuah cara baru yang bisa dipakai hacker untuk mendulang keuntungan melalui nomor telepon orang lain. Hal ini disebut sebagai Ghost Telephonist.

Padahal, nomor telepon merupakan kumpulan nomor unik yang menjadi identitas seseorang. Nomor telepon seringkali dihubungkan dengan sejumlah akun online, seperti akun perbankan, media sosial, travel dan perjalanan.

Tidak hanya itu, nomor telepon juga sering digunakan untuk melindungi akun pengguna. Tidak heran kalau banyak orang enggan mengganti nomor telepon mereka.

Dalam sebuah unggahan blog, mantan agen DEA, Thomas Martin, menyebut nomor telepon itu punya fungsi seperti nomor jaminan sosial. - Agen Judi Bola Online

Oleh karena itu, Nextadvisor menyebut, saat penjahat siber mengetahui nomor telepon kamu, mereka bisa melakukan berbagai hal jahat. Salah satunya adalah mengambil alih akun perbankan. Namun, saat hacker mengambil alih nomor telepon kamu, hal tersebut bisa lebih menakutkan lagi.

Tim peneliti Unicorn dari perusahaan keamanan Tiongkok 360 Technology menye
but, hacker bisa meretas smartphone saat penggunanya beralih dari jaringan LTE nirkabel ke jaringan yang lebih lawas, misalnya saja jaringan 2G. Hal ini kerap terjadi, saat sinyal operator sedang lemot.

Jika hacker mengambil manfaat dari lemahnya celah ini, mereka mampu mengirimkan pesan singkat atau membuat panggilan suara dari nomor telepon milik korban.

Cara peretasan terjadi

Peretasan, kata tim itu saat menjadi pembicara di konferensi keamanan Red Hat menyebut, peretas berjalan karena smartphone selalu terhubung dengan koneksi internet. - Agen Capsa Online

Salah satu anggota tim peneliti, Lin Huang mengatakan, peretasan terjadi saat nomor telepon berpindah jaringan. Hal terparah yang ditemukan Huang dan tim penelitinya adalah, saat seorang hacker sukses mengambil alih nomor smartphone pengguna.

"Serangan Ghost Telephonist bisa membuat korbannya pusing tujuh keliling. Setelah mengambil alih smartphone, hacker dapat memakainya untuk mendapatkan akses akun-akun internet milik korban," kata Huang.

Misalnya saja cara yang dipakai adalah dengan mengetik nomor telepon di kolom login pengguna. Tim Unicorn juga mengambil langkah lebih jauh yakni meminta Facebook me-reset ulang password.

Namun, Facebook malah mengirimkan otomatis ke nomor telepon yang telah diretas. Alhasil, siapa pun bisa mengambil alih pengaturan itu.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah perusahaan memperbaiki proses autentikasi atau menggunakan teknologi yang lebih aman. Selain itu, mengatur smartphone dalam modus Airplane Mode bisa memblokir Ghost Telephonist. Cara ini artinya pengguna tak bisa online hingga perangkat kembali terhubung dengan internet.

"Jika kamu dalam pengaturan airplane mode, artinya smartphone kamu offline," kata Huang. - Agen Domino QQ
Read more

Bertambah, Kini 11 Ribuan WNI Daftar Jadi Penduduk Asgardia


Konsep negara Asgardia
Agen Judi Bola Online, Jakarta - Konsep negara luar angkasa, Asgardia, yang dicetuskan oleh ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli, kian populer. Jumlah penduduk bumi yang mendaftarkan diri menjadi warga negara Asgardia semakin bertambah, termasuk dari Indonesia.

Pantauan tim Tekno Media, Jumat (26/7/2017), Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendaftar menjadi penduduk Asgardia mengalami peningkatan. Jumlahnya naik lebih dari lima ribu sejak dua hari lalu.

Dua hari lalu, setidaknya sebanyak 5.978 WNI mendaftarkan diri menjadi penduduk Asgardian (julukan untuk calon penduduk Asgardia). Saat berita ini ditulis, jumlahnya bertambah menjadi 11.221 dengan komposisi 81 persen laki-laki dan 19 persen perempuan.

Asgardian dari Indonesia sebanyak 98 persen menguasai Bahasa Inggris, 6 persen Bahasa Jepang, dan 9 persen mampu berbahasa mandarin. - Agen Poker Online
Berdasarkan peta yang ada di situs web Asgardia, pendaftar dari Indonesia tersebar di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan berbagai kota lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Asgardia beberapa hari belakangan menyedot perhatian. Penyebab utamanya karena diklaim akan menjadi negara pertama yang berdiri di luar angkasa. Asgardia memang belum resmi berdiri, tapi "pemerintah" negara tersebut sudah mengadakan proses seleksi calon penduduk. - Agen Capsa Online
Read more

Sunday, June 18, 2017

Menakutkan, Begini Cara CIA Lakukan Peretasan via Router

Ilustrasi
Agen Poker Online, Jakarta - Hampir di semua gedung di Amerika Serikat dijangkau oleh akses internet menggunakan router. Keberadaan router jadi gerbang hampir setiap jaringan dan menawarkan akses penuh terhadap data penggunanya.
Sayangnya hanya sedikit tindakan pengamanan yang dilakukan untuk mencegah serangan siber dari jarak jauh yang menyerang lewat router. Menariknya, tak semua serangan selalu berasal dari penjahat siber.
Berdasarkan sebuah dokumen yang baru dipublikasikan oleh WikiLeaks, CIA disebut-sebut tengah mengembangkan dan menjalankan perangkat untuk meretas router yang ada di berbagai tempat.
Mengutip laman The Verge, Minggu (18/6/2017), dalam dokumen WikiLeaks, disebutkan sebuah program bernama Cherry Blossom yang dipakai CIA untuk meretas data pengguna internet. Program ini memanfaatkan firmware router yang telah dimodifikasi untuk mengubahnya jadi alat pengintai.
Dengan begitu, Cherry Blossom memungkinkan seorang agen untuk memantau trafik internet milik targetnya. Program itu juga bisa memindai informasi penting seperti kata sandi, hingga mengarahkan target ke laman yang diinginkan oleh si penyerang.
Dokumen tersebut secara umum berisi berbagai alat yang digunakan CIA untuk meretas target, termasuk produk-produk Apple hingga TV pintar besutan Samsung. Dokumen itu hanya berisi laporan peralatan CIA hingga tahun 2012. Namun dalam lima tahun terakhir, tak jelas disebutkan bagaimana alat peretas milik CIA ini telah berkembang.
Sekadar diketahui, dokumen tersebut mendeskripsikan berbagai versi dari Cherry Blossom yang masing-masing sesuai dengan merek dan model router tertentu. Beberapa merek router yang disebutkan di laporan itu antara lain Asus, Belkin, Buffalo, Dell, DLink, Lynksys, Motorola, Netgear, Senao, hingga US Robotics dengan jumlah router mencapai 25 macam.
Petunjuk manual dalam dokumen itu juga menjelaskan bagaimana agen-agen CIA bisa memasang firmware yang telah dimodifikasi itu. Kemungkinan, pemasoknya antara pabrik pembesut router atau justru salah satu pengelola  router itu. - Agen Bola Online
Read more