Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Saturday, December 2, 2017

Reuni Aksi 212, dari Siapa Dana Rp 4 M?


Sebanyak 2.500 warga Solo berangkat ke Jakarta untuk menghadiri reuni aksi 212 di Monas.
Dunia Berita 365,  Jakarta - Warga dari sejumlah wilayah mulai berdatangan ke Jakarta pada Jumat 1 Desember 2017. Tujuan sekelompok masyarakat itu sama, menghadiri reuni aksi 212. Reuni akan berlangsung Sabtu 2 Desember 2017, di tempat yang sama saat aksi 212 digelar Desember 2016 lalu, yakni di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Dari Solo, Jawa Tengah, sebanyak 2.500 warga berangkat ke Jakarta. Pantauan Liputan6.com, Jumat 1 Desember 2017, sejumlah umat Islam dari berbagai elemen yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) berkumpul di area SPBU Jongke, Solo. Para peserta aksi itu akan diangkut dengan menggunakan armada bus menuju Jakarta.

Divisi Advokasi DSKS Yusuf Suparno mengatakan, jumlah peserta yang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi reuni 212 sekitar 2.500 orang. Mereka berasal dari wilayah Solo dan Sekitarnya.

"Kalau dari Solo sendiri ada 23 bus, tapi jika digabungkan dengan Solo Raya ada 50 bus. Bus mulai diberangkatkan bertahap mulai Kamis sore kemarin," kata Yusuf di Solo.

Salah satu yang juga akan menghadiri reuni aksi 212 adalah musikus Ahmad Dhani. Suami penyanyi Mulan Jameela yang saat ini berstatus tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian, itu mengatakan, akan hadir di 212.

"Kalau saya senang hari ini enggak ditahan. Karena saya bisa hadir di 212," ucap Ahmad Dhani singkat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (1/12/2017).

Selain warga, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Reuni Alumni 212 Misbahul Anam mengaku sudah menghubungi Rizieq Shihab, untuk memintanya hadir hadir dalam aksi yang akan digelar sejak pukul 03.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Kami sudah mengirim pengurus untuk menghubungi serta mengondisikan. Mudah-mudahan Allah dengan kuasanya bisa menghadirkan Habib Rizieq," ujar Misbahul Anam, dalam konferensi pers di Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017).


Dia mengaku sangat mengharapkan kehadiran dari Pimpinan Front Pembelas Islam (FPI) tersebut, begitu pula panpel lainnya. Sebab, Rizieq Shihab merupakan salah satu tokoh yang turut menyukseskan jalannya aksi 212 pada tahun lalu.

Izin Anies dan Dana Rp 4 M


Hingga dini hari, Dhani juga tak meninggalkan Polres. Menjelang dini hari, Mulan Jameela terlihat menyambangi Polres. Sebelumnya, juga terlihat hadir politisi Partai Gerindra, Fadli Zon. 
Agen Poker Domino qq - Judi QiuQiu - Capsa Bandar Kiu Online

Untuk pelaksanaan aksi ini, Misbahul mengatakan, telah mengantongi izin dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pengelola Monas.

"Kegiatan Sabtu sudah mendapat izin resmi dari Gubernur dan Dinas Kebersihan. Izin resmi dari pengelola Monas juga sudah," kata Misbahul Anam.

Dia menambahkan, Dinas Kebersihan bahkan sudah menyiapkan mobil tangki berisi air untuk peserta aksi reuni 212 berwudu. Selain itu, lokasi mandi, cuci, kakus (MCK) juga sudah disiapkan dari dinas terkait.

"Pihak monas juga akan menyambungkan sound system dari pihak pengacara untuk dihubungkan kesound system di Monas," kata dia.

Dengan adanya izin ini, Sekretaris Pelaksana Muhammad Al Khatthath menambahkan, pihaknya tidak merasa was-was dan ragu.

Kendati demikian, panitia pelaksana reuni 212 tidak bisa memperlihatkan surat izin tersebut kepada awak media yang menanyakannya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menduga acara reuni 212 bermuatan politik. Dia menyebut, ada agenda terkait pilkada serentak 2018 dan persoalan Pilpres 2019 di balik pelaksanaan acara tersebut.

Menjawab hal ini, Al Khatthath memastikan aksi 212 Sabtu 2 Desember tidak bermuatan politik.

"Panitia mengadakan Reuni Akbar Alumni 212 bukan dalam konteks politik tertentu," ujar Al Khatthath.

Dia menegaskan, aksi yang akan berjalan hanya sebatas bentuk syukur atas bersatunya umat Islam pada aksi 212 tahun lalu.

"Kami mengadakan ini karena bentuk syukur atas kebersatuan umat. Yang tidak mau bersyukur juga tidak apa-apa tidak datang, berdoa saja dari rumah," kata dia.

Meski begitu, Al Khattath tak melarang beberapa pihak yang menyebut aksi tersebut berbau politik. Bahkan Al Khattath siap jika aksi tersebut bermuatan politik untuk segera dibubarkan.

Soal dana, Misbahul Anam mengungkap donatur yang membiayai jalannya aksi yang akan digelar di Silang Monas pada Sabtu 2 Desember 2017.

"(Dana) dari semua umat. Sebagaimana 212 tahun lalu, ada yang membawa air botol kemasan, ada roti, dan lain-lain," ujar Misbahul.

Dia tak menampik adanya donatur yang membiayai jalannya aksi yang akan dihadiri oleh 300 ormas itu.

"Ada (donatur khusus). Allah SWT," kata dia.

Namun, Misbahul menampik adanya donatur dari partai politik. Menurut dia, pihaknya tidak pernah memberikan proposal kepada partai politik tertentu.

"Kami tidak pernah mengeluarkan proposal ke partai politik. Kami semua dana dari umat," kata dia.

Saat kembali didesak perihal nominal dana yang dikeluarkan dalam aksi tersebut, Misbahul sempat menyebut angka Rp 4 miliar. Namun, Misbahun tak menyebut secara pasti dana tersebut dari siapa.

"Dana kurang lebih Rp 4 miliar. Itu semua dari umat. Saya tidak tahu persisnya, saya bukan bendahara," kata dia.

Kata MUI dan Menag


Seorang peserta aksi damai 2 Desember berdoa saat melaksanakan salat Jumat di Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Meski hujan mengguyur, massa tetap bertahan di saf masing-masing dan melangsungkan salat Jumat bersama-sama. 

Namanya disebut oleh panitia Reuni Alumni 212, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar. Dia memilih diam saat ditanya oleh jurnalis usai menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Monas, Jumat (1/12/2017).

Anies hanya berlalu menghindari kejaran wartawan.Beberapa waktu lalu, Anies mendapat sindiran dari penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana. Saat itu, Anies tidak hadir dalam reuni 411.

Eggi mengatakan Anies seperti kacang lupa pada kulitnya. Dia menuturkan, jangan sampai alumni aksi 212 menilai Anies cuma memanfaatkan mereka saat masa kampanye Pilkada DKI 2017.

"Kalau itu sampai terjadi, Anies itu junior saya di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, red), jadi saya mengingatkan sebagai senior, jangan kacang lupa kulitnya. Betul-betul komit kepada umat, karena nanti yang bantu dia cuma umat, partai-partai enggak bisa," kata Eggi.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin meminta para alumni 212 yang akan reuni, memperjelas tujuannya.

"Berkenaan dengan rencana reuni alumni 212, masyarakat harus mendapatkan penjelasan cukup terkait tujuan yang ingin dicapai dari Reuni 212 tersebut. Sebab kalau tidak tentu menimbulkan pemahaman beragam," kata Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Lukman juga menyarankan agar para pengaggas betul-betul bisa meyakinkan setiap pihak bahwa aksi tersebut tidak bermuatan politik seperti yang diduga banyak pihak.

"Tahun depan memasuki tahun politik. Sedapat mungkin aktivitas seperti ini dikomunikasikan dengan banyak pihak agar tak menimbulkan pro kontra," jelas dia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mempertanyakan pentingnya reuni alumni 212 di Silang Monas. Menurut Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid, seharusnya umat bisa lebih disibukkan dengan masalah kebangsaan lain yang terbengkalai.

"Apakah sudah begitu hebatkah perjuangan kita dengan peristiwa 212, yang sudah berhasil mengantarkan penista Alquran ke penjara, sehingga harus kita bentuk forum alumni dan kemudian kita peringati peristiwa itu setiap tahunnya?" ujar Zainut kepada Liputan6.com.

Zainut bercerita, dalam Islam banyak momentum bersejarah yang dinilai lebih dari Aksi 212. Karena itu, MUI mengimbau agarnya umat bisa move on, dan memandang tugas lain segera bisa terselesaikan.

Guna menjaga aktivitas warga dan pengguna jalan tetap dapat berjalan baik selama aksi, Polda Metro Jaya pun melakukan antisipasi rekayasa pengalihan arus lalu lintas.

"Rekayasa dalam bentuk alih arus akan dimulai pukul 23.00 WIB. Arus lalu lintas yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara akan dialihkan," tutur Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Budiyanto merinci, arus dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang akan menuju ke Jakan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit- Harmoni-dan seterusnya.

"Kemudian arus lalu lintas dari Hayam Wuruk yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Juanda, terus Pasar Baru, Jalan Gunung Sahari atau ke Lapangan Banteng situ, lanjut Pejambon, Jalan Medan Merdeka timur, tembus ke Tugu Tani," jelas Budiyanto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:



Read more

Friday, December 1, 2017

Rizieq Shihab Turut Ramaikan Reuni Aksi 212?


Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2). Rizieq Shihab akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan makar yang disangkakan pada Sri Bintang Pamungkas (SBP). 

Dunia Berita 365, Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ikut menyapa para peserta reuni aksi 212. Melalui teleconference, Rizieq memberikan sambutannya di hadapan ribuan peserta reuni aksi 212.

Pada teleconference tersebut, Rizieq yang masih berada di Arab Saudi ini menyinggung soal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah yang sudah ada berdasarkan amanat Pancasila dan Undang-undang Dasar atau UUD 1945.

"Berdasarkan Pancalisa asli dibuat Piagam Jakarta sebagaimana Dekrit Presiden, itulah NKRI bersyariah. Dengan demikaian, jelas NKRI bersyariah tidak perlu dicurigai, jangan lagi isukan, atau difitnah karena NKRI bersyariah berdasarkan Undang-Undang Dasar yang asli," ujar Rizieq Shihab dalam sambutannya melalui teleconference di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Dia mengatakan, NKRI bersyariah tidak perlu dicurigai atau difitnah. Lantaran, kata dia, NKRI bersyariah tidak akan menghilangkan Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

"Melalui reuni ini dengan lantang ingin sebutkan untuk berjuang menuju Indonesia berkah berjuang NKRI beryariah. Bahwa NKRI bersyariah ingin menghilangkan kebhinekaan itu fitnah dusta dan bohong oleh mereka-mereka yang anti syarikat Islam," ucap Rizieq.

Menurut dia, NKRI bersyariah merupakan NKRI yang beragama, bukan atheis atau komunis, melainkan NKRI yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. - Agen Capsa Online

"Seluruh umat Islam dimanapun apa itu NKRI bersyariah, NKRI beragama bukan atheis dan komunis, NKRI bertuhanan Yang Maha Esa, NKRI yang menjunjung nilai-nilai luhur, NKRI yang tunduk dan patuh pada hukum Allah SWT," kata dia.

Selain itu, Rizieq menuturkan NKRI bersyariah dapat menjaga persatuan Indonesia serta mengedepankan musyawarah, sehingga dapat melindungi semua agama dari penistaan dan pelecehan.

"NKRI bersyariah melindungi umat Islam dari segala produk yang haram, baik makanan dan minuman serta obat-obatan. NKRI bersyariah mencintai ulama bukan mengkriminalisasi atau memperlakukan seperti teroris," terangnya.

Tersangka dugaan konten pornografi itu juga menegaskan, NKRI bersyariah merupakan NKRI yang antikorupsi, minuman keras, judi, narkoba, pornografi, prostitusi dan anti LGBT serta anti kebohongan dan kedzaliman.

"Pribumi jadi tuan di bumi sendiri. NKRI bersyariah adalah NKRI anti korupsi miras, judi narkoba dan pornografi, prostitusi anti LGBT, anti fitnah anti kebohongan dan anti kezaliman," terang dia.

Rizieq pun kembali membakar semangat ribuan peserta reuni aksi 212 meski hanya melalui teleconference.

"Siap bela Allah, siap bela Al-Quran, siap bela ulama, Islam bela negara. Takbir. Siap menuju NKRI bersyariah? Siap," tanya dia.

"Kalau saya bilang NKRI? Jawab bersyariah! Takbir," kata Rizieq Shihab yang langsung dijawab ribuan peserta aksi.

"Allahu Akbar," jawab peserta reuni aksi 212.

Minta Doa

Terakhir, Rizieq mengimbau nantinya masyarakat agar dapat pulang dengan rapi dan bersih, damai, serta mendoakan kasus yang menjeratnya.

"Pertolongan dari dan datang dari Allah kemenangan itu sudah dekat. Akhirnya saya berkata reuni peserta 212 pulang ke rumah masing-masing dengan rapih bersih aman dan damai, Insyallah pulang membawa ruh 212 untuk Allah SWT untuk NKRI bersyariah," tutur dia.

"212 seluruh peserta reuni dan elemen bangsa yang hadir saya sekeluarga dari mekkah agar selalu dalam lindungan allah. Memudahkan diselamatkan dari segala fitnah dan doakan kami sekeluarga kembali bergabung bersama anda," tutup Rizieq.

Pada acara ini hadir sejumlah tokoh. Mereka di antaranya Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, politisi senior Amien Rais, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Hadir pula Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, tokoh FPI Munarman dan Novel Bamukmin, serta Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Al Khaththath. Lalu Buni Yani beserta artis dan musisi Opick juga pesulap Limbad.

Read more

HEADLINE: Ada Aroma Politik di Reuni Alumni 212, Benarkah?


Foto yang diambil dari Gedung Kementerian BUMN memperlihatkan peserta demo 2 Desember memadati kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (2/12). Mereka akan berkumpul dengan massa lainnya di Monas pada Aksi Damai 212.

Dunia Berita 365Jakarta - Pertemuan akbar bertajuk 'Reuni Alumni 212' akan digelar di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember 2017 mendatang. 

Kegiatan tersebut mengingatkan pada peristiwa tahun lalu, pada tanggal yang sama, ketika ribuan orang berkumpul mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi mengaku sangsi, Reuni Alumni 212 akan berhasil menggaet banyak orang seperti tahun lalu. Ia menilai, pertemuan tersebut tidak lagi relevan.

Masduki mengingatkan, sasaran Aksi 212 setahun lalu sudah tercapai. Karena itu, ia berpendapat, tidak ada alasan Reuni Alumni 212 diselenggarakan. "Ketika target itu sudah selesai makanya sudah," kata dia saat dihubungi Media, Kamis 30 November 2017.

Majelis Ulama Indonesia, secara kelembagaan, menilai bahwa Reuni Alumni 212 tidak perlu dilakukan. Masduki berpendapat aksi-aksi semacam itu lebih bersifat simbolis. Padahal, umat Islam, perlu tindakan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi.

Ia mencontohkan, tantangan kesenjangan ekonomi menjadi persoalan kontemporer keumatan. Masduki berharap potensi umat Islam lebih fokus melakukan hal-hal yang lebih produktif.

"Tantangan umat Islam sekarang adalah mencari kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera," kata dia. 

Kalau sudah tidak relevan, kenapa masih dilaksanakan?

Pengamat Politik Saiful Mujani Research and Consulting, Sirojudin Abbas, punya pendapat soal hal ini.

Ia punya pandangan senada dengan Masduki, Reuni 212 tidak lagi relevan dengan situasi saat ini. Hal itu berbeda ketika Aksi 212 terjadi tahun lalu.

Menurut Abbas, Aksi 212 terjadi di momentum yang serba kebetulan. Sementara Reuni Alumni 212, baginya, mirip strategi politik tertentu. "Untuk target politik jangka panjang saya kira, Pilpres 2019," katanya.

Reuni Alumni 212 juga berpeluang dimanfaatkan partai politik tertentu. Abbas secara lebih spesifik menyebut partai yang 'dekat' dengan kemunculan Aksi 212.

Saat Pilkada DKI 2017 mereka berada di posisi berlawanan dengan Ahok. Beberapa tokoh partai politik sendiri telah menyatakan akan turut menghadiri Reuni Alumni 212.

Mereka, kata Abbas, memanfaatkan agenda itu untuk menjaga hubungan baik dengan peserta Aksi 212. Menurut dia langkah itu bisa jadi semacam investasi politik. Mereka ingin memperoleh dukungan dalam proses pemilu mendatang.

"Termasuk menjaga kekuatan politik baru di 2019. Itu dari kacamata parpol," ia memberikan analisis.

Di sisi lain, tercipta semacam simbiosis. Gerakan 212 akan mendapat pembenaran. Mereka seolah mendapat sokongan legitimasi dari tokoh formal.



Sinyalemen muatan politik di Reuni 212 sebenarnya sudah diutarakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia menyebut, ada agenda kepentingan politik Pilkada serentak 2018 dan persoalan Pilpres 2019 di balik pelaksanaan acara tersebut.

"Ini enggak akan jauh-jauh dari politik juga, tapi politik 2018/2019. Sudahlah, ini pasti larinya ke arah politik 2018-2019," kata Tito di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Reuni Alumni 212 pun membuat heran Menteri Koordinator Politik dan Kemanan, Wiranto. 

Wiranto khawatir, kegiatan itu malah membuat situasi tidak kondusif. Terlebih, jelang Pilpres 2019.

Padahal, kata Wiranto, butuh situasi kondusif agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang tepat.

Wiranto menganjurkan agar masyarakat melakukan hal-hal positif lain yang membangun, bukannya menggelar berbagai kegiatan yang dapat memecah persatuan bangsa. "Lebih baik energi itu digunakan pada hal-hal yang positif, membantu pembangunan, membantu mengamankan lingkungan menghadapi terorisme dan radikalisme," tambah dia.

Bantahan Alumni 212

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif, membantah tudingan nuansa politik di balik Reuni Alumni 212. Ia menegaskan, acara itu tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

"Itu (yang bilang) sih belum pada move on. Berlebihan saja. Kita tidak ada urusan (dengan politik)," katanya melalui sambungan telepon, Kamis 30 November 2017.

Menurut Slamet, ada dua alasan yang melatarbelakangi Reuni Alumni 212. Pertama, penyelenggaraannya bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Kedua, lanjutnya, persatuan umat Islam setahun lalu dalam aksi 212 perlu disyukuri. Slamet menilai, hal itu merupakan anugerah. "Kalau bersyukur nikmatnya kan akan ditambah," ia berujar.

Slamet menjelaskan Reuni Alumni 212 tidak bersifat eksklusif. Semua kalangan diundang. Bahkan, kata dia, dari kalangan non-Muslim. Pun dengan beberapa pejabat yang sudah menyampaikan kesediannya untuk hadir.

Slament mencontohkan Ketua MPR Zulkifli Hassan, serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah sudah menyatakan hadir. "Semua kita undang. Presiden kan alumni juga, Kapolri alumni juga," katanya.

Ia meminta, orang-orang yang berpandangan Reuni Alumni 212 punya nuansa politis. juga hadir. Tujuannya, agar mereka bisa melihat kenyataannya secara langsung.

Slamet berharap Reuni Alumni 212 tidak dilihat berlebihan. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan bertujuan menciptakan perpecahan.

Dapat Izin Gubernur





Kegiatan Reuni Alumni 212 sudah mendapat lampu hijau. Pemprov DKI sudah meluluskan permohonan izin penggunaan Monas sebagai lokasi pertemuan akbar.



"Suratnya sudah masuk kira-kira seminggu yang lalu. Kemudian, diberi acc (disetujui)," kata Gubernur DKI Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI, Kamis (30/11/2017).

Ia menyatakan, pelaksanaan Reuni Alumni 212 mengikuti aturan yang berlaku. Regulasi penggunaan Monas sendiri baru saja direvisi Pemprov DKI.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, hanya mengizinkan Monas untuk kegiatan netral. Hal itu sesuai dengan SOP Pemanfaatan Area Monas Nomor 08 tahun 2015.

Monas hanya untuk agenda kenegaraan juga sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 1994 tentang Penataan Penyelenggaraan Reklame di Kawasan Taman Medan Merdeka (Monumen Nasional) serta SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame Dalam Bentuk Baliho, Umbul-Umbul, dan Spanduk di DKI Jakarta.

Di era Anies-Sandi, Monas dizinkan digunakan untuk menggelar kegiatan kebudayaan dan keagamaan. Anies sendiri memastikan perizinan terkait Reuni Alumni 212 sudah sesuai aturan.

"Saya katakan, pastikan sesuai dengan Pergub yang baru," ujarnya.

Yang jelas, Anies mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan memberikan sambutan pada Reuni Alumni 212 atau tidak. "Belum tahu tuh," ucapnya.

Soal lokasi, Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis menyarankan agar tidak dilakukan di Monas.

Berdasarkan surat pemberitahuan, kata Jenderal Idham, acara tersebut diawali dengan salat subuh berjamaah.

Dia mengimbau agar acara Maulid Agung dan Reuni Akbar itu dilaksanakan di Masjid Istiqlal saja.

"Kami merencanakan, kalau bisa mengajak rekan-rekan ini, sudah lakukan saja di dalam Istiqlal, supaya aman terkendali. Teman-teman Polri-TNI juga siap mengamankan dengan baik," ujar Idham di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017).

Kendati begitu, Idham tak mempermasalahkan seandainya panitia tetap ingin acara reuni alumni aksi 212 dilaksanakan di Monas. Ia menegaskan akan menyiapkan pengamanan untuk kegiatan tersebut.

"Saya bersama Pangdam Jaya telah menyiapkan pengamanan untuk tanggal 2 Desember tersebut. Saya menyiapkan kurang lebih 25.000 personel," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini



Read more

Friday, October 20, 2017

Lawan Prabowo di Pilpres, Jokowi Perlu Sosok Cawapres Ini

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015).

Agen Betting OnlineJakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, menilai Presiden Jokowi membutuhkan sosok calon wakil presiden berpengaruh dan populer jika memutuskan untuk maju kembali di Pilpres 2019.

"Butuh sosok wapres yang tepat untuk mengangkat elektabilitas, terutama di segmen pemilih yang susah ditundukan dengan (melihat) kinerja (Jokowi), tapi harus dengan hati (berdasarkan perasaan)," ujar Burhanuddin di Warung Solo, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 20 Oktober 2017. 

Pemilihan cawapres yang baik penting dilakukan, mengingat panasnya pertarungan di pilpres 2019 yang diprediksi tak jauh berbeda dengan pilpres 2014 lalu.

Terlebih, mantan rival Jokowi di pilpres lalu, Prabowo Subianto, diperkirakan akan kembali maju di pilpres 2019 mendatang.

Yang harus diwaspadai, kata Burhanudin, Prabowo selama ini mempunyai tren positif berdasarkan hasil survei yang dia lakukan.

"Peluang itu besar (mengalahkan Prabowo). Tapi bisa belum tentu juga. Saya tidak mau jadi juru ramal. Kita melihat kemarin, Prabowo mengalami kenaikan dari tahun kemarin. Padahal belum ngapa-ngapain. Baru leha-leha di Hambalang. Pak Jokowi sudah muter-muter, elektabiltasnya stabil," kata dia.

Dia menilai, Jokowi perlu cawapres yang dari segi elektabilitas mempunyai tren positif. Dia menyebut, salah satu yang berpeluang yaitu nama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

"Yang paling potensial menggerogoti suara Pak Prabowo, Gatot. Meski saya pribadi mengritik manuver politiknya yang terlalu liar, tapi ternyata itu semacam dog wisthle. Manuvernya menarik segmen pemilih baru untuk Pak Jokowi, dan saling melengkapi sipil militer," jelas Burhanuddin.

Dia pun menyebut Gatot mempunyai loyalitas yang baik untuk Jokowi. Bahkan dia mengindikasikan manuver yang dilakukan Gatot justru diamini oleh orang nomor satu di Indonesia ini.

Prabowo Paling Serius

Sementara pendukung atau relawan Jokowi yang tergabung dalam Projo mengatakan, hanya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang akan menjadi lawan serius di pemilu 2019 bagi Jokowi. Salah satu alasannya karena dia pemimpin partai.

"Prabowo serius karena punya partai, yang lain nggak punya. Makanya kami perhitungkan Pak Prabowo sebagai lawan serius," tutur Ketua Umum Projo Budi Ari Setiadi. - Agen Capsa Online

Dia menegaskan, Prabowo sebagai pemimpin partai telah mengintruksikan kadernya untuk 2019. Dan hal ini yang dipandang cukup serius oleh Projo. Bukan hanya itu, sejumlah nama untuk Wapres Jokowi yang bisa membantu menaikan elektabilitas telah dijaring. Selain Gatot, ada enam lainnya.

"Pak Tito Karnavian (Kapolri), Pak Basuki atau Pak Ahok (mantan Gubernur DKI), Pak Muhaimin (Ketua Umum PKB), Pak Zulkifli (Ketua Umum PAN), dan Ibu Puan (Menko PMK)," tegas Budi.


Read more

Tuesday, October 17, 2017

Anies Minta Pegawai Pemprov DKI Pelajari Janji-Janji Kampanyenya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa tamu undangan usai usai sertijab di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/10). Anies-Sandi resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. 
 Agen Domino QQJakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkenalkan dirinya ke pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepada pegawai Pemprov DKI, Anies menuturkan, dia dan Sandiaga membawa mandat dari rakyat untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan.

"Saudara- saudara semua di sini datang dengan pengalaman dan pengetahuan kita bertemu di tempat ini. Saya bawa mandat, bapak ibu bawa pengalaman dan pengetahuan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Mandat tersebut, kata Anies merupakan janji-janji saat kampanye di Pilgub 2017. Untuk itu, dia meminta agar para pegawai juga mempelajari janji-janji kampanye Anies-Sandi sehingga dapat segera terealisasikan.

"Mari kita sama-sama pastikan bahwa saudara-saudara sekalian belajar atas mandat yang dibawa, di mana mandat itu tercermin dalam janji-janji kampanye. Saudara-saudara semua pelajari itu," jelas dia.

Sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta baru, dia siap untuk belajar dari pengetahuan dan pengalaman PNS Pemprov DKI.

"Sisi lain kami berdua akan belajar dari Bapak dan Ibu sekalian atas pengetahuan dan pengalaman yang Bapak/Ibu miliki selama ini yang kami tidak miliki," tandas Anies. - Agen Poker Online

Janji Anies-Sandi

Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said mengatakan, dari 23 janji kerja Anies-Sandi, telah diterjemahkan menjadi 167 program dan 527 kegiatan yang terbagi dalam 14 bidang atau isu. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018 juga telah disinkronkan dalam 3.313 kegiatan yang telah disusun dalam RKPD 2018.

"Kita berusaha semaksimal mungkin memasukkan apa pun yang jadi janji Pak Anies dan Pak Sandi," ujar Sudirman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 13 Oktober 2017.

Dia merinci, 3.055 kegiatan terakomodasi dalam nomenklatur yang ada. Sebanyak 205 kegiatan adalah kegiatan yang sudah sesuai tugas pokok dan fungsi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Kemudian 6 (kegiatan) harus dibuat nomenklatur baru. Dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2022 ada 17 misi yang diterjemahkan menjadi 36 sasaran dan 44 indikator sasaran," kata Sudirman.

Dari 23 janji Anies-Sandi, beberapa mendapat sorotan lebih dari publik, yakni DP rumah 0 Rupiah, seputar penolakan reklamasi, Kartu Jakarta Pintar Plus, dan OK OCE. - Agen Betting Online
Read more